Sinergi PEMDES dalam Dunia Pendidikan

BANAIN B- Pemerintah Desa Banain B, bersama Badan Permusyawaratan Desa(BPD)  didampingi perwakilan dari Kantor Kecamatan Bikomi Utara, hari ini Senin 08 Desember 2025 melakukan monitoring intensif terhadap beberapa hal.

Diantaranya:

  1. Kesejahteraan siswa/i  sasaran program keluarga harapan (KPM PKH)
  2. kondisi ruang belajar siswa/i di Sekolah Desar (SD) Negeri teflasi dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP) Negeri Teflasi.
  3. Informasi Dana Desa 3% untuk anak anak berprestasi.

Monitoring  ini dilaksanakan sebagai langkah awal dan upaya proaktif  Pemerintah Desa Banain B untuk mengidentifikasi ,tingkat perhatian pemerintah Desa terhadap anak (KPM PKH),  kerusakan infrastruktur Pendidikan, serta  pengembangan minat dan bakat siswa/i. Hal ini sejalan dengan komitmen Desa untuk mencari solusi pembangunan Sekolah  dan pengembangan prestasi anak.

Kepala Desa Theodorus Antonius Kefi, yang memimpin langsung kegiatan ini, menyatakan bahwa pemantauan ini dilakukan secara menyeluruh. Beberapa temuan signifikan dari hasil monitoring tersebut antara lain:

SDN teflasi : kerusakan sedang terlihat pada bagian Atap dan plafon di  dua ruang kelas yang sudah lapuk , Papan tulis guru yang tidak layak digunakan.

Sedangkan di

SMPN Teflasi: Ditemukan,  tembok teras dan lantai dalam ruangan yang sudah terancam longsor,  lantai keramik yang pecah juga lepas dari pasangan yang berdampak membahayakan siswa/i  dalam  proses belajar  mengajar.

“ Hasil monitoring ini menunjukan bahwa, perlu ada ketegasan Pemerintah Desa Banain A, B dan C terhadap orang tua sasaran KPM PKH, agar lebih memperhatikan SPP anak, seragam – atribut anak  dan kelengkapan ATK anak.

Sementara itu, perwakilan dari pihak kecamatan Bikomi Utara Yanuarius Taena selaku Kasie Kesos yang turut hadir, dan mengapreasiasi langkah cepat pemerintah desa Banain B. Ia menyatakan akan membantu memperlancar komunikasi di tingkat Kecamatan sampai tingkat Kabupaten.

“Harapan kami dari hasil monitoring ini, semoga segera kita tangani agar tidak mengganggu kualitas pendidikan anak-anak kita” tutup Kepala Desa  Theodorus Antonius Kefi, usai peninjauan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top