Dana Desa Kerawanan Sosial Bergerak| Bansos Sembako ( Beras, Minyak goreng, Telur ) Disalurkan untuk Janda, Duda Lansia (>50 Tahun),dan Warga Disabilitas.

Banain B, [14 November 2025]-

Pemerintah Desa Banain B, Kecamatan Bikomi Utara, hari ini secara resmi menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) yang dikhususkan bagi kelompok masyarakat rentan di wilayahnya. Bantuan ini ditujukan untuk janda duda berusia lima puluh (50) tahun ke atas serta penyandang disalibilitas (difabel) dari segala usia yang tergolong kurang mampu.

Penyaluran dana ini merupakan realisasi dari Dana Desa (DD) bidang penanggulangan kerawanan sosial tahun anggaran 2025.

Tujuan dan penerimaan manfaat Kepala Desa Banain B, Theodorus Antonius Kefi, menjelaskan bahwa Program ini adalah bentuk komitmen desa dalam memastikan tidak ada warga yang terlewatkan dari perhatian Pemerintah, terutama mereka yang secara ekonomi dan fisik berada di posisi yang paling membutuhkan. “Total ada 37 penerima manfaat yang kami data dan validasi. Mereka adalah para janda dan duda yang telah memasuki usia non-produktif namun masih harus berjuang, serta saudara-saudara kita penyandang disabilitas yang memerlukan dukungan ekstra,” Ujar Bapak Theodorus Antonius Kefi, saat memberikan sambutan di aulah kantor Desa.

Setiap penerima mendapatkan bantuan berupa sembako ( Beras 5Kg, minyak Goreng 220 ML, telur 5 Butir. ) dari Dana Desa Kerawanan sosial sebesar Rp.4.021.750.

Mekanisme pembagian yang transparan Sekretaris Desa sekaligus ketua Tim Pelaksanaan Bpak Petrus Kefi, menambahkan bahwa proses pendataan telah dilakukan secara ketat melalui musyawara Desa khusus ( Muadesus ) yang melibatkan BPD, Tokoh Masyarakat, dan RT/RW untuk menjamin data penerimaan tepat sasaran.

” Dana Kerawanan Sosial dari Dana Desa ini memang di siapkan untuk situasi mendesak dan kelompok yang sangat rentan. Kami memastikan semua nama penerima telah diverifikasi ganda agar tidak tumpang tindih dengan program bantuan lain dari Pusat maupun Daerah.” Jelas bapak Petrus Kefi.

Pemerintah Desa Banain B berharap bantuan ini dapat meringankan beban para penerima dan mendorong peningkatan kualitas hidup mereka.

“Prioritas kami adalah memberdayakan dan melindungi. Kami juga akan terus mencari potensi program pendampingan, seperti pelatihan keterampilan ringan bagi para divabel yang masih produktif, agar bantuan yang kami berikan bukan hanya sesaat, tapi juga menciptakan kemandirian jangka panjang,” tutup bapak Theodorus Antonius Kefi.

//konradus//

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top